Sebab Munculnya COVID-19

Coronavirus

Ada cukup banyak anggapan dan dugaan berkenaan dengan sebab fenomena COVID-19 yang muncul pertama kali di Cina dan kemudian hampir ke seluruh dunia belakangan ini. Dalam beberapa pendapat yang penulis coba telusuri, setidaknya ada dua pendapat mayor dari sebab COVID-19 yang dianggap cukup masuk akal dan memiliki alasan-alasan atau dasar-dasar yang kuat. Dua pendapat itu di antaranya, “senjata biologis” dan “kerusakan lingkungan akibat produksi-reproduksi kapitalisme”. Dua pendapat ini merupakan pendapat arus utama yang cenderung memiliki bukti-bukti yang kuat. Namun, apa penyebab utama dan satu-satunya dari persoalan ini, belum bisa dilacak dan dipastikan hingga saat ini.

Dalam pendapat yang pertama (senjata biologis) banyak kalangan menganggap bahwa fenomena COVID-19 adalah manifestasi atau kelanjutan dari perang dagang yang telah berlangsung beberapa tahun belakangan antara Amerika Serikat (AS) vs Cina. Pasca kemunculan virus pertama kali di Wuhan misalnya, beberapa pakar banyak yang mengasumsikan bahwa virus ini merupakan buatan dari AS-Israel untuk menghentikan laju ekonomi Cina. Geraldi, yang menerbitkan tulisannya di Strategic Culture Foundation menyebutkan bahwa virus ini adalah agen perang biologis yang diciptakan AS dan Israel.

Juru Bicara Kementrian Luar Negeri Cina, Zhao Lijian juga membenarkan hal ini dengan melemparkan statmennya di media massa bahwa Amerikalah penyebab dari semua ini. Dia bahkan menekankan bahwa pemerintah AS harus bertanggungjawab atas peristiwa ini. Dia berkata bahwa AS haruslah mengakui semua yang diperbuatnya. Perkataannya itu didasarkan atas rentetan peristiwa yang terjadi di Wuhan beberapa waktu sebelum kasus pertama COVID-19 dirilis di Cina. Sebelum kejadian ini, tepatnya pada akhir tahun 2019, terselenggara sebuah acara pertemuan militer dunia di Wuhan yang juga melibatkan militer AS. Pejabat Cina ini menganggap bahwa di sanalah mula jadi kasus COVID-19 disuntikkan ke pasar hewan di Wuhan.

Kecurigaan ini diperkuat lagi dengan fakta-fakta bahwa AS merupakan negara yang memiliki gudang atau laboratorium bilogi hampir di seluruh negara-negara di dunia. Semua laboratorium ini dijaga ketat oleh militer dan menyebar di beberapa tempat di masing-masing negara. Bila memang ini adalah fenomena alamiah (tanpa ada rekayasa biologis), maka menjadi cukup membingungkan bila kita melihat lagi fakta bahwa pasar hewan yang diduga awal munculnya virus ini tiba-tiba menjadi tempat virus dan menjangkiti manusia melalui transimisi dari hewan ke manusia. Padahal kita tahu, bahwa warga Cina memang merupakan konsumen yang sudah akrab dengan hewan-hewan seperti kelelawar sejak dahulu kala. Lantas bagaimana mungkin virus itu baru muncul saat ini dan menjangkiti manusia?

Selain dari pada versi senjata biologis AS ini. Versi lain juga menyebutkan bahwa COVID-19 disebabkan oleh bocornya sebuah laboratorium biologi yang ada di Wuhan. Berita yang tersebar di media juga banyak mengabarkan bahwa Wuhan merupakan pusat industri farmasi di Cina. Banyak sekali di sana berdiri pabrik-pabrik farmasi dan juga laboratorium yang memproduksi obat-obat biologis. Tentu tidak aneh jika ada anggapan bahwa ada kemungkinan terjadi uji coba terhadap virus baru di sana sebagai bagian dari proyek senjata biologis Cina.

Pendapat mayor pertama yang merupakan isu yang sudah banyak berseliweran di publik ini sampai sekarang ini masih terus direproduksi dan terus dikembangkan. Apakah memang pendapat ini memang sebab utama dari hadirnya COVID-19 di Wuhan atau bukan.

Toh, kita juga dapat melihat sendiri akibat langsung dari asumsi senjata biologis ini yang sangat efektif membuat ekonomi Cina lesuh. Selain itu, sentimen dan diskriminasi terhadap orang Cina juga semakin menguat. Di AS misalnya, banyak sekali kejadian dimana etnis Cina mendapat perlakuan rasis dan diskriminatif karena mereka manganggap bahwa Cinalah penyebab dari fenomena COVID-19 yang turut memberi dampak pada mereka. Presiden Trump beberapa kali malah mengatakan virus ini sebagai virus Cina secara publik di hadapan awak media massa di AS.

Pendapat mayor yang kedua adalah “kerusakan lingkungan akibat produksi-reproduksi kapitallisme. Pendapat mayor yang kedua ini banyak diutarakan oleh para pakar geologi yang mengamati perkembangan lingkungan hidup di dalam landskap moda produksi kapitalisme.

Para pakar ini, mengasumsikan bahwa peristiwa ini merupakan peristiwa yang tidak berdiri sendirinya. Tapi ia merupakan kulminasi dari rentetan kerusakan ekologis akibat adanya ekstraksi dan eksploitasi alam. Hukum besi kapitalisme mensyaratkan agar kapital harus terus direproduksi demi mencegah krisis akibat mandeknya arus kapital. Di dalam hukum ini reproduksi atas kapital mau tidak mau mengorbankan keseimbangan ekologis karena kapitalisme terus dipenetrasi sehingga menciptakan deforestasi akibat urbanisasi atau penciptaan ruang kota baru yang mana di sana terbangun pemukiman dan juga pusat-pusat industri baru (lihat: Bosman Batubara, Pamflet Revolusi Permanen)

Hilangnya hutan sebagai habitat hewan ini juga akhirnya menyebabkan habitat virus (hewan dan hutan) juga terancam. Inang dari virus adalah hewan dan apabila habitat hewan rusak hal itu menyebabkan kepunahan spesies hewan.

Dari data yang dikeluarkan, terhitung sejak tahun 1940-an keragaman spesies hewan punah sebanyak 20% di seluruh dunia (Bosman, 2020). Hal ini tentu merupakan ancaman bagi virus karena dia kehilangan habitatnya, sementara mereka juga membutuhkan ruang untuk bertahan hidup. Akibat dari ini, maka terjadilah di sini ekpansi balik virus yang mencari inang baru yaitu manusia karena inang lamanya telah punah. Fakta-fakta ini juga dirasa sangat relevan ketika kita menghubungkannya dengan kondisi ekologis dari kota Wuhan sendiri yang secara berangsur-angsur mengalami urbanisasi secara massif demi terciptanya ruang baru bagi kapital untuk bereproduksi.

Dua pendapat mayor di atas tentu saja merupakan dua hal yang bisa saja menjadi sebab utama dari munculnya COVID-19. Hal itu karena fakta dan juga bukti-bukti ilmiah yang mendasari pendapat itu cukup kuat. Kita sepertinya tinggal menunggu waktu manakah sebenarnya pendapat yang paling akurat dan tepat.

***

Terima kasih pada pengelola jual perosotan anak murah yang telah memberikan artikel manfaat. Semoga tetap menginspirasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *