Home » Bisnis » UMP DKI Jakarta Bakal Ketinggalan dari UMK Bekasi dan Karawang?

UMP DKI Jakarta Bakal Ketinggalan dari UMK Bekasi dan Karawang?

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menetapkan upah minimum provinsi (UMP) DKI Jakarta pada tahun 2018 mendatang yakni sebesar Rp 3,6 juta. Angka tersebut naik 8,71 persen dari UMP 2017.

Akan tetapi, angka kenaikan tersebut tidak membuat buruh di DKI Jakarta puas. Lantas apa yang jadi alasannya? Salah satunya ialah kenaikan UMP DKI Jakarta ini tidak bisa menyusul besaran upah minimum kabupaten/kota (UMK) Bekasi dan Karawang 2018.

Meski belum ditetapkan, UMK 2018 di dua daerah satelit Jakarta tersebut diperkirakan akan kembali lebih besar dibandingkan dengan UMP DKI Jakarta. Hal tersebut dikarenakan, untuk UMK 2017 saja, Bekasi dan Kawarang sudah berada di angka Rp 3,6 juta. Angka ini kemungkinan akan kembali naik pada tahun 2018.

Ketua Departemen Komunikasi dan Media Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Kahar Cahyono menyatakan bahwa hingga saat ini besaran UMK Bekasi dan Karawang masih digodok. Kemungkinan, UMK 2018 di dua kota tersebut akan diputuskan pada 21 November 2017.

“Belum (ditetapkan). Kemungkinan tanggal 21 November,” ujar Kahar Cahyono saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Senin (6/11/2017).

Sementara itu, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Said Iqbal menyatakan bahwa pihaknya secara tegas menolak besaran UMP 2018 DKI Jakarta. Menurutnya, kenaikan UMP yang telah ditetapkan tidak bisa mengejar ketertinggalan upah minimum di Bekasi dan Karawang.

“Itu bukan tentang besar kecil kenaikannya, maupun mampu atau tidak mampunya pengusaha. Tetapi lebih tentang rasa keadilan terhadap buruh. Karena faktanya memang upah buruh DKI kecil dan murah,” tegasnya.

Sumber: liputan6.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*