Home » Bisnis » Pemerintah Kota Padang Targetkan Penerimaan Pajak Naik 19,8%

Pemerintah Kota Padang Targetkan Penerimaan Pajak Naik 19,8%

Pemerintah Kota Padang menargetkan penerimaan pajak naik sebesar 19,8% di tahun 2018. Hal tersebut dilakukan guna memaksimalkan pendapatan asli daerah (PAD) yang sebagian besar masih bersumber dari pajak.

Kabid Penagihan dan Pemeriksaan Badan Pendapatan Daerah Padang, Budi Payan mengatakan bahwa target penerimaan pajak tahun ini mencapai Rp 400 miliar atau meningkat sebesar 19,8% dari tahun lalu yang hanya Rp 334 miliar.

“Kami optimistis akan meningkat, karena juga diikuti dengan bertambahnya jumlah wajib pajak,” ujarnya, Rabu (25/10/2017).

Budi menyebutkan bahwa kenaikan paling signifikan berasal dari penerimaan pajak penerangan jalan, pajak bumi dan bangunan, serta pajak hotel dan rumah penginapan.

Namun, ia mengklaim bahwa hampir seluruh jenis penerimaan pajak mengalami kenaikan penerimaan. Hal itu juga dikarenakan pertambahan jumlah wajib pajak.

Budi mencontohkan untuk hotel, restoran, dan rumah kos misalnya, sepanjang tahun ini mengalami penambahan jumlah yang signifikan, sehingga berkontribusi meningkatkan potensi penerimaan.

“Hotel contohnya, juga rumah kos. Jumlahnya meningkat, sehingga juga akan mempengaruhi jumlah target penerimaan pajak daerah,” ujarnya.

Budi menuturkan, naiknya penerimaan juga didorong peningkatan ekonomi melalui investasi dan meningkatnya daya beli masyarakat.

Logikanya, menurutnya, dengan meningkatnya daya beli akan meningkatkan kebutuhan hiburan, tempat tinggal, sekaligus mendorong terbukanya sumber penerimaan pajak.

Untuk mengoptimalkan penerimaan pajak, pemerintah daerah setempat sudah menyiapkan sejumlah terobosan yakni dengan melakukan pembaruan data wajib pajak, meningkatkan sosialisasi kepada wajib pajak, dan eksekusi bagi wajib pajak yang tidak patuh terhadap kewajibannya.

Dirinya menyebutkan data wajib pajak mesti rutin diperbarui karena sangat dinamis, sehingga mampu mengoptimalkan penerimaan pajak. Selain itu, juga digencarkan penarikan pajak, dan peringatan kepada wajib pajak sampai pencabutan izin.

Sebelumnya, Mahyeldi Ansharullah selaku Wali Kota Padang meminta wajib pajak untuk taat membayarkan kewajibannya, sehingga uang hasil pajak bisa dimanfaatkan dengan baik untuk pembangunan infrastruktur dan sarana publik.

“Uang hasil pajak digunakan untuk pembangunan fasilitas publik, makanya kami minta wajib pajak untuk taat membayarkan kewajibannya,” ujar Mahyeldi.

Sumber : bisnis.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*