Home » Bisnis » Pembatasan Impor Pangan Perlu Dilanjutkan

Pembatasan Impor Pangan Perlu Dilanjutkan

Kementerian Pertanian (Kementan) diharapkan melanjutkan komitmennya dalam mengendalikan impor. Upaya pengendalian impor dengan meningkatkan produktivitas dalam negeri dinilai menjadi langkah yang sangat tepat.

Prima Gandhi selaku Pengamat dari Institut Pertanian Bogor (IPB) mengatakan, memang secara perlahan ketergantungan terhadap impor tentunya harus dihilangkan. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar untuk mencapai swasembada. Selama ada tekad besar mengurangi impor, petani lokal diyakini bakal lebih bersemangat untuk memacu produksi.

“Ketergantungan pada impor pangan berisiko besar terhadap ketahanan pangan dan akan mengancam kedaulatan kebijakan pangan,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, Sabtu (4/11).

Dosen Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan IPB itu mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki banyak petani yang kondisinya perlu dilindungi pemerintah dan ditingkatkan kesejahteraannya. “Sementara masih ada sekitar 10 persen rakyat termasuk kategori konsumen pangan miskin,” tegasnya.

Gandhi menilai produktivitas pangan dan efisiensi akan tercapai bila didukung oleh pemerintah. Keberpihakan pemerintah terhadap rakyat untuk menjaga ketahanan pangan, mewujudkan kemandirian dan kedaulatan pangan adalah sebuah keharusan.

”Indonesia harus berdaulat pangan dengan cara mencukupi pangan dari produksi sendiri, mengatur kebijakan pangan secara mandiri, serta melindungi dan menyejahterakan petani dan rakyatnya,” kata dia.

Belum lama ini, kebijakan pembatasan impor yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia dikritik  Duta Besar AS Joseph R Donovan. Joseph mengkritik pembatasan impor pada produk makanan dan pertanian yang menurtunya hal tersebut dapat menghambat kinerja perdagangan kedua negara.

Gandhi mengatakan bahwa  di negara lain pun sudah banyak yang melakukan hal serupa. “Pembatasan dilakukan untuk melindungi petani,” katanya.

Menurutnya, pemerintah mulai berani melakukan pembatasan impor seiring surplusnya produksi beberapa komoditas pangan,  salah satunya beras. Tahun ini, Indonesia juga berpotensi swasembada jagung karena sampai saat ini belum pernah mengimpor komoditas tersebut.

Sumber : republika.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*