Home » Bisnis » Kursi di Kubah Masjid Galvalum Mamuju Sulawesi Barat

Kursi di Kubah Masjid Galvalum Mamuju Sulawesi Barat

Kursi di Kubah Masjid Galvalum Mamuju Sulawesi Barat

Usut punya usut ternyata bapak Mahmud ini dulunya merupakan seorang dosen disalah satu universitas islam yang dimana beliau mengajar mengenai sejarah agama islam. Tak heran beliau bisa mengetahui semua cerita mengenai agama islam dari seluruh dunia. Kami pun melanjutkan mendengarkan cerita dari bapak Mahmud.
Awal mulanya Kerajaan Turki Usmani cuma mempunyai lokasi yang begitu kecil, tetapi dengan terdapatnya support militer, tidak berapakah lama Usmani jadi kerajaan yang begitu besar serta bertahan dalam kurun saat yang lama. Sesudah Usmani wafat pada 1326, puteranya Orkhan (Urkhan) naik tahta pada Umur 42 th.. Pada periode ini Kubah Masjid Galvalum tentara islam pertama kalinya masuk Eropa. Orkhan berhasil mereformasi serta membuat tiga pasukan paling utama tentara. Pertama tentara sipahi (tentara reguler) yang memperoleh upah pada setiap bulannya. Ke-2, tentara Hazeb (tentara ireguler) yang digaji ketika memperoleh harta rampasan perang (Mal al-Ghanimah). Ke-3 tentara typeari diambil ketika berusia 12 th., umumnya yaitu anak-anak kristen yang diarahkan Islam serta disiplin yang kuat
Mulai sejak waktu itu, dalam histori Islam ada dua Kubah Masjid Galvalum jabatan perlu yang dikuasai oleh seseorang penguasa. Yakni, jadi sultan untuk kekuasaan Turki serta jadi khalifah untuk semua dunia Islam. Sepeninggal Salim I digantikan Sulaiman Agung 1520-1566 M, ia jadi penguasa Usmani yang berhasil membawa kejayaan Islam. Ia dijuluki jadi Sulaeman al-Qanuni. Sulaeman tidak cuma sultan yang paling populer dikalangan Turki Usmani, walau demikian pada awal ke-16 ia yaitu kepala negara yang paling populer didunia. Ia seseorang penguasa yang saleh, ia mewajibkan rakyat muslim mesti shalat lima kali serta berpuasa dibulan Romadhon, bila ada yang tidak mematuhi bukan sekedar dikenai denda tetapi juga ragu tubuh. Sulaiman juga berhasil menerjemahkan al-Qur’an dalam bhs turki.
Kubah Masjid Galvalum Sekitaran dua pertiga era sesudah dibangun di Anatolia pada 1300 dengan mengorbankan kekaisaran Bizantium, serta dibangun diatas reruntuhan kerajaan Saljuk, kerajaan Turki Utsmani hanya satu emirat di daerah perbatasan. Negara ini senantiasa diliputi situasi peperangan serta ketika itu selalu dalam kondisi genting. Ibukota negara ini, pertama kalinya dibangun pada 1326, yaitu Brusa (Bursa). Mendekati 1366, emirat itu sudah berkembang lebih stabil, memperoleh pijakan yang lebih kuat di daratan Eropa, serta berkembang jadi satu kerajaan besar dengan Adrianopel (Edirna) jadi ibukotanya. Penaklukan Konstantinopel pada 1453 yang di pimpin oleh Muhammad II, Kubah Masjid Galvalum Sang Penakluk (1451-1481) dengan resmi mengantarkan negara ini pada satu masa baru yakni masa kerajaan.
Karena kegigihan serta ketangguhan yang dipunyai oleh beberapa pemimpin dalam menjaga Turki Usmani membawa efek yang baik hingga beberapa perkembangan dalam perubahan lokasi Turki Usmani bisa dicapainya secara cepat. Lewat cara atau taktik yang dimainkan oleh sebagian penguasa Turki seperi Sultan Muhammad yang membuat perbaikan-perbaikan serta menempatkan bebrapa basic keamanan dalam negerinya yang lalu diteruskan oleh Murad II (1421-1451M) Kubah Masjid Galvalum (Yatim, 2003 : 133-134). Hingga Turki Usmani menjangkau puncak kejayaan pada saat Muhammad II (1451- 1484 M). Usaha ini di tindak lanjuti oleh raja-raja selanjutnya, hingga diperkembang oleh Sultan Sulaiman al-Qonuni. Ia tidak mengarahkan ekspansinya kesalah satu arah timur serta Barat, namun semua lokasi yang ada di sekitar Turki Usmani itu, hingga Sulaiman berhasil kuasai lokasi Asia kecil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*