Home » Bisnis » Kembangkan Jual Bibit dan Pohon Tabebuya

Kembangkan Jual Bibit dan Pohon Tabebuya

Kembangkan Jual Bibit dan Pohon Tabebuya

Pemkab Setempat segera mengembangkan potensi alam di kawasan hutan lereng Gunung Wilis dan Gunung Pandan untuk dijadikan objek wisata alam hutan yang memiliki daya tarik dikunjungi wisatawan dan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat. Keseriusan Pemkab Setempat dibuktikan dengan beberapa warga yang lainnya untuk Jual Bibit dan Pohon Tabebuya Ping dan Kuning penandatanganan nota kesepakatan bersama (MoU) pengembangan pariwisata alam dengan Perum Perhutani. Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Bupati Setempat Muhtarom bersama dengan Sekretaris Perum Perhutani Divisi Regional Jatim Yahya Amin. MoU ini baru awalan dari tindak lanjut komitmen Pemkab mengembangkan potensi wisata saat membuka lokakarya percepatan pengembangan pariwisata terpadu di Kabupaten Setempat, sekaligus penandatanganan kerja sama dengan Perum Perhutani di Pusat Penerintahan Mejayan.

Sekretaris Perum Perhutani Divisi Regiobal Jawa Timur Yahya Amin menyambut baik niat Pemkab Setempat untuk menjalin kerja sama karena 45 ribu hektare wilayah Kabupaten setempat merupakan wilayah KPH Setempat. Jika dalam hubungan, MoU ini seperti pertunangan karena bias membentuk warga yang juga Jual Bibit dan Pohon Tabebuya Ping dan Kuning ikut meraih keuntungannya. Sedangkan kerjasama nantinya yang bakal terjalin itu seperti pernikahan. Tentunya kami berharap MoU ini ditindaklanjuti dengan kerjasama. Bahkan, pihak perum perhutani sangat membuka lebar jika pemkab setempat hendak menjadi investor. Pasalnya, Perum Perhutani memiliki lahan seluas 12 hektare di Saradan yang dijadikan rest area. Tempat tersebut ditunjang dengan keberadaan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) tipe A,  sehingga bisa dijadikan destinasi wisata.Jika kedepan kami Pemkab Setempat, Perum Perhutani dan Sabila Farm menjalin kerjasama three parted tentunya sangat luar biasa hasilnya. Karena keterbatasan dana, kami memerlukan investor.

Diketahui, dalam acara yang dimotori oleh Bappeda Kabupaten Setempat itu, juga menghadirkan tiga narasumber sekaligus. Yakni dari segi konsep, mereka mendatangkan pakar dari pusat perencanaan dan pengembangan pariwisata Institut Teknologi Bandung (ITB) yani Andriyani.

Sedangkan dari praktisi, menghadirkan pengelola agrowisata Sabila Farm, Kabupaten Sleman, Gunung Soetopo kini akan dipenuhi dengan Jual Bibit dan Pohon Tabebuya Ping dan Kuning. Satu narasumber  lainnya dari segi nilai, ekologi dan budaya dari Gunung Sewu united nations educational, scientific and cultural organization (UNESCO) Global Geopark, kabupaten Gunung Kidul, Antonius Hari Sukmono. Semua potensi kita punyai. Jika wisatawan bisa transit satu hari saja di Caruban maka terjadi perputaran uang. Bukan hanya menjadi pendapatan asli daerah (PAD) namun juga menjadi pemasukan bagi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*