Home » Bisnis » Hembusan Angin di Kubah Masjid Galvalum Mamuju Sulawesi Barat

Hembusan Angin di Kubah Masjid Galvalum Mamuju Sulawesi Barat

Hembusan Angin di Kubah Masjid Galvalum Mamuju Sulawesi Barat

Tak terasa sudah lama bapak Mahmud bercerita kepada kami. Namun kami sudah terlanjur tertarik dengan cerita dari bapak dari dua orang anak ini. Kami pun melupakan rencana kami dan lebih memilih melanjutkan apa yang dibicarakan oleh beliau. Sempat terfikirkan olehku bagaimana pak Mahmud bisa mengetahui secara banyak cerita tentang turki.
Bangsa Turki memiliki dua dinasti yang berhasil mengukir histori dunia. Pertama, dinasti turki saluk serta ke-2 dinasti turki utsmani. Tetapi pada akhirnya kerajaan turki saljuk hancur oleh seragan pasukan mongol, yang nanti adalah event terjadinya dinasti turki utsmani. Kerajaan Turki Usmani Kubah Masjid Galvalum keluar di pentas histori Islam pada periode pertengahan. Masa perkembangan Dinasti ini dihitung mulai dari digerakkannya ekspansi ke lokasi baru yang belum juga ditundukkan oleh pendahulu mereka. kesuksesan mereka dalam memperluas lokasi kekuasaan dan terjadinya beberapa momen perlu adalah satu tanda-tanda yang bisa jadikan ukuran untuk memastikan perkembangan itu. Pendiri dari kerajaan Turki ini yaitu bangsa Turki dari kabilah Qayigh Kubah Masjid Galvalum Oghus Grup ke-2 ini sejumlah 400 kepala keluarga yang di pimpin oleh Ertugril (Erthogrol) ibn Sulaiman. Mereka mengabdikan dianya pada Sultan Alauddin II dari Dinasti Saljuk Rum yang pusat pemerintahannya di Kuniya, Anatolia Asia Kecil.
Ketika itu, Sultan Alauddin II tengah hadapi bahaya peperangan dari bangsa Romawi yang memiliki kekuasaan di Romawi Timur (Byzantium). Dengan pertolongan dari bangsa Turki pimpinan Erthogrol, Sultan Alauddin II bisa meraih kemenangan. Atas layanan baik itu Sultan memberikan hadiah sebidang tanah yang bersebelahan dengan Bizantium. Mulai sejak itu Erthogrol selalu membina lokasi barunya serta Kubah Masjid Galvalum berupaya memperluas wilayahnya dengan merebut lokasi Byzantium. Pada th. 1288 Erthogrol wafat dunia, serta meninggalkan putranya yang bernama Usman, yang diprediksikan lahir pada 1258 M. usman berikut yang ditunjuk oleh Erthogrol untuk melanjutkan kepemimpinannya serta di setujui dan di dukung oleh Sultan Saljuk ketika itu. Nama Usman berikut yang kelak di ambil jadi nama untuk Kerajaan Turki Usmani.
Usman ini juga yang dipandang jadi pendiri Dinasti Kubah Masjid Galvalum Usmani. Seperti ayahnya, Usman banyak berjasa pada Sultan Alauddin II. Kemenangan-kemenangan dalam tiap-tiap pertempuran serta peperangan dicapai oleh Usman. Serta karena kesuksesannya jadi benteng-benteng Bizantium yang berdekatan dengan Broessa bisa dikalahkan. Kesuksesan Usman ini buat Sultan Alauddin II makin simpati serta banyak berikan hak istimewa pada Usman. Bahkan juga Usman diangkat jadi gubernur dengan titel Bey, serta namanya senantiasa dimaksud dalam do’a tiap-tiap khutbah Jum’at. Penyerangan Bangsa Mongol Kubah Masjid Galvalum pada th. 1300 ke lokasi kekuasaan Saljuk Rum menyebabkan terbunuhnya Sultan Saljuk tanpa ada meninggalkan putra jadi pewaris kesultanan. Dalam kondisi kosong tersebut, Usman memerdekakan wilayahnya serta bertahan pada serangan bangsa Mongol. Usman memproklamirkan kemerdekaan wilayahnya dengan nama Kesultanan Usmani. Susunan ke-3 adaalah agama Buddha, yang sudah mewariskan nilai-nilai yang menjauhi ketamakan serta keserakahan. Dengan itu muncul nilai pengendalian diri serta mawas diridengan melakukan 8 tata jalan keutamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*